Minggu, 17 Oktober 2010

Team Atletik Bob Hasan Sprint 2010 Putri SD Islam Dian Didaktika










Persiapan sebelum Start Bob Hasan Spint 2010





Bob Hasan Sprint 2010






Jum`at - Sabtu 15 - 16 Oktober 2010 berlangsung Kejuaraan Atletik antar SD dan SMP Bob Hasan Sprint bertempat di Stadion Madya Senayan Jakarta yang diikuti oleh seluruh Penda PASI seluruh Indonesia dan sekolah SD dan SMP se Jabodetabek dalam kesempatan ini SD islam Dian Didaktika Cinere kota Depok mengirim 1 team estafet 8 X 50 meter putra dan 1 team estafet 8 X 50 meter putri serta nomor 60 meter perorangan 2 putra dan 2 putri, namum baru putri yang berhasil masuk babak final, sementara putra gagal masuk ke babak final, di final lari 60 meter putri SD berhasil masuk ke final adalah Adlia Rahma Maulida namun prestasinya baru sebatas 5 terbaik dari 8 finalis dan yang mengembirakan adalah team estafet 8 X 50 Meter berhasil meraih rangking ke dua dengan catatan waktu 1.09.70 dan ini memperbaiki catatan waktu satu tahun yang lalu dengan catatan waktu 1.14.02 dan berhasil juara 2.adapun team yang tergabung adalah siswa SD Islam Dian Didaktika dari kelas 6 dan 5 sebagai berikut Ayila, Karina, Caca, Arsya, Sekar. A, Alit, Palita dan Zahra. dengan prestasi Sebagai juara II di Bob Hasan Sprint 2010 yang berlangsung di Stadion Madya Senanyan Jakarta membawa nama baik sekolah maupun Kota Depok karena hanya SD Islam Dian Didaktika Cinere Depok yang dapat tampil di Upacara Penghormatan Pemenang yang di kalungkan oleh Subiakto Cakra Werdaya serta di saksikan oleh Menpora Andi Malarangge dan Mantan Menpora Hayono Isman. Team ini di dukung sepenuhnya oleh Kepala Sekolah yang di wakili oleh Ibu Anjar sebagai Wakil kepala SD Islam Dian Didaktika bidang kesiswaan dan 2 pelatih sekaligus guru olahraga SD Islam Dian Didaktika Pak Agus Sulanjana dan Pak Lutfi Rochman, dan yang tak kalah pentingnya adalah dukungan dari orang tua murid yang selalu mendoakan para putra putrinya agar tampil dengan baik, semoga kegiatan ini dapat memancu prestasi atletik di kalangan SD khususnya di Kota Depok.

Selasa, 21 September 2010

Halal bi halal SD Islam Dian Didaktika




Hari Pertama masuk sekolah SD islam Dian Didaktika setelah liburan lebaran jatuh pada hari Rabu, 22 September 2010 berlangsung meriah karena seluru siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6 beserta guru dan karyawan bersilaturahmi dengan bersalam sambil memohon maaf, yang menarik dari kegiatan ini seluruh siswa mengenakan pakaian muslim dan membawa makan /kue lebaran dari rumah.

Setiap kelas mengumpulkan di satu meja dan semua boleh mencicipi kue lebaran, alangkah indahnya hari lebaran ini dan tergambar wajah ceria dan kegembiraan dari seluruh peserta hari pertama, semoga tahun depan kita jumpa lagi dengan idul fitri, terimakasih

Nikmatnya Bertetangga







Seiring dengan perkemabangan serba praktis ternyata ada nilai positifnya dan negatifnya, banyak di antara kita bila menyelengarakan hajatan sering mengunakan tenaga profesional dan mengunakan gedung sewaan. itu sudah biasa dan kebiasaan hajat di rumah dan melibatkan tetangga sekarang lambat laun sudah tertinggal, kenapaditinggal karena di efisiensi. namun bila kita telaah bila cara lama atau hajatan di rumah dan banyak melibatkan tetangga menjadi unik, dan disitulah indahnya bertetangga, karena bertetangga yang baik berarti kita memupuk rasa persaudaraan dengan orang lain di tempat perantauan, semakin banyak tetangga semakin banyak pula pemahaman karakter tetangga sekitar kita.

Rasa kebersamaan yang diwujudkan dalam hajatan adalah bukti nyata bahwa kegiatan seperti ini sudah menjadi barang langka apa lagi di perkotaan Jakarta pada Umumnya dengan kebanggan tinggal di apartemen yang konon lebih bergengsi dan belakangan ini citra apartemen tidak semegah yang di ucapkan, satu contoh ada yang bunuh diri dari ketinggian apartemen, banyak pelaku kurupsi menyembuyikan uang haramnya dengan membeli apartemen, dan juga banayk politikus melakukakan kejahan korupsi juga di apartemen, bahkan apartemen dijadikan pabrik mini untuk memproduksi narkoba juga ada, jadi yang mereka lakukan di apartemen dengan dalil di apartemen tidak ada yang peduli apa yang dilakukan sebelah kamar kita yang penting mereka membayar kewajiaban agar tidak dipermalukan di sekitarnya karena ada petugas pengelolola menagih kekurangan yang belum terbayarkan.

Sudah saatnya kita sebagai bangsa yang berbudaya kita kenalkan anak-anak kita dengan kegiatan hajatan yang melibatkan banyak orang terutama tetangganya. Indonesia sudah banyak kehilangan budaya aslinya dimana budaya kita hanya cocok untuk orang indonesia dan gaya hidup bangsa luar terutama dari Amerika katanya itu belum tentu cocok, tentunya dominasi orang indonesia beragama islam alangkah indahnya bila budaya islam yang lebih ditonjolkan yang sesuai dengan budaya Indonesia, sehingga anak cucu kita akan bangga dengan agamanya serta bangsanya,kita sudah kehilangan karakter jadi seperti inilah bangsa kita akibat suka meniru gaya hidup orang barat yang selalu mengampangkan masalh kerukunan bertetangga,

Bila kita berbuat baik dengan tetangga belum tentu kita mendapatkan kebaikan dari tetangga, apalagi bila kita berbuat tidak menyenangkan dengan tetangga pasti kita mendapatkan yang tidak baik pula, jadi alangkah baiknya bila kita selalu berbuat baik kepada tetangga insay Allah kebaikan itu akan datang dengan izin Allah karena yang kita perbuat sudah berusaha untuk kebaikan.

Sudah saatnya bila kita ingin bangkit kembalilah kepada budaya kita yang sbenarnya yang selalu memulyakan tetangga, karena saudara terdekat kita adalah tetangga kita, merekalah yang pertama kali menolong kia bukan saudara yang jauh dari kita yang akan menolong kita bila dalam keadaan darurat di rumah kita.

Yuk kita hidupkan kembali bertetangga, dan memeprlakukan mereka seperti saudara sendiri, bukankah Agama Islam Mengajarkan bahwa kita semua bersaudara, semoga bermanfaat.